LPPNU || The Institute for Agriculture, Natural Resources Management, Rural Development and Environment

Sabtu, 22 Januari 2011

Promosi Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Pertanian (Agropreneurship)

Semarang - Magelang, Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU) Jawa Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengadakan Pelatihan Dan Praktik Budidaya Jamur yang merupakan rangkaian program Promosi Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Pertanian (Agropreneurship) Pada Siswa, Santri Dan Generasi Muda.
Pelaksanaan Kegiatan
Program ini akan dilaksanakan dengan dua kegiatan utama yaitu :
  1. Pelatihan tentang budidaya jamur yang mencakup karateristik, spesifikasi jamur, peralatan yang digunakan, peluang pengembangan jamur dan 
  2. Praktik budidaya jamur di Kabupaten Magelang sebagai sentra budidaya jamur.
Kegiatan Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Pertanian (Agropreneurship) Pada Siswa, Santri Dan Generasi Muda Dengan Pelatihan Dan Praktik Berbudidaya Jamur diawali dengan mengklasifikasi dan mengidentifikasikan calon peserta. Pada tahap pertama dipilih calon peserta dali wilayah ex.Karisidenan Semarang. Langkah yang dilakukan adalah dengan mengirimkan surat permohonan pengiriman delegasi siswa atau santri melaui Kepala Sekolah dan Pengasuh Pondok Pesantren.
1.1.       Pelatihan Budidaya Jamur
Kegiatan ini dimulai dengan acara pembukaan yang dilakukan di Kantor Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah Jl. Dr. Cipto 180 Semarang pada hari Sabtu Tanggal 22 Januari 2011. Dalam acara pembukaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hadir Bapak Drs. Romulo Simanungsong, Kepala Biro Bina Produksi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah yang membacakan teks sambutan Bapak Gubernur Jawa Tengah sekaligus berkenan membuka acara pelatihan pada pukul 10.00 WIB. Hadir juga Ketua PWNU yang diwakili Bapak Dr. Abdul Hakim (Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah), perwakilan Dinas Pertanian dan Tanaman Holtikultura Propinsi Jawa Tengah, perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, perwakilan dari Kantor Perhutani Unit I Jawa Tengah, Kepala Lembaga dan Badan Otonom dilingkungan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah (Daftar hadir pembukaan terlampir).
Pelatihan budidaya jamur hari pertama Sabtu 22 Januari 2011 efektif dimuali pukul 13.00 hingga pukul 24.00 WIB di Graha Patemon Gunung Pati Semarang. Pelatihan diikuti oleh perwakilan siswa dari Sekolah Menengah Lanjutan Atas dan sederajat, Santri dari pondok pesantren, perwakilan mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan yang berjumlah 30 (tiga puluh) orang. Kegiatan pelatihan ini terbagi menjadi empat sesi yaitu :
a.    Sesi materi pelatihan dan diskusi (tanya jawab) tentang kewirausahaan dan prospek budidaya jamur. Secara ringkas pada sesi ini disampaikan tentang bagaimana menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada generasi muda dan prospek ekonomi budidaya jamur. Materi ini disampaiakn oleh Hasan, SE, praktisi ekonomi, Ketua Koperasi dan Pengelola Smesco Mart (Pengurus LP2NU Jateng Bidang Kerjasama dan Kelembagaan).
b.     Sesi materi pelatihan dan diskusi (tanya jawab) tentang peralatan dan teknologi yang digunakan dalam budidaya jamur. Secara ringkas pada sesi ini disampaikan tentang peralatan apa yang digunakan dalam berbudidaya jamur tiram. Juga disampaikan bagaimana pembuatan peralatan sederhana (Teknologi Tepat Guna, TTG) dan bahan dalam budidaya jamur, sehingga diharapkan para peserta mampu merancang dan membuat sendiri peralatan dari bahan-bahan bekas yang tersedia. Materi ini disampaikan oleh Helmy Purwanto, ST., MT (Sekretaris LP2NU Jateng) dan Imam Syafa’at, ST., MT., (Pengurus LP2NU Jateng Bidang Rekayasa dan Teknologi yang juga dosen Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang).
c.             Sesi materi pelatihan dan diskusi (tanya jawab) tentang Karateristik dan Teknik Budidaya Jamur Tiram. Secara ringkas pada sesi ini disampaikan tentang macam-macam jenis jamur dan masing-masing karateristiknya, teknik bertanam jamur tiram mulai dari pembibitan hingga pasca panen. Materi ini disampaiakn oleh Lutfi Aris Sasongko, STP., M.Si (Ketua LP2NU Jateng yang juga pengamat pertanian, praktisi serta petani jamur tiram).
d.     Sesi kompilasi materi dan diskusi merupakan sesi panel untuk ketiga pemateri dimana segala pada sesi ini di diskusikan prospektif budidaya jamur dengan berbahai keuntungan dan hambatan yang mungkin timbul.
 1.2.       Praktik Budidaya Jamur
Hari kedua Minggu 23 Februari 2011, praktik budidaya jamur dilakukan di Desa Susukan Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang. Dimulai dengan memberangkatkan peserta dari Patemon Gunung Pati dengan menggunakan bus pukul 07.00 WIB. Sesampainya di lokasi praktik pada pukul 09.30 WIB peserta pelatihan dan praktik dibagi dalam 3 (tiga) kelompok dengan masing-masing kelompok di dampingi oleh 2 (dua) instruktur.
Setiap kelompok diperlihatkan secara langsung peralatan yang digunakan melaksanakan praktik bagaimana berbudidaya jamur dari penyiapan media tanam sampai panen dan pasca panen. Dimulai dari praktik mencampur media tanam yang terdiri dari serbuk kayu, tapioka, bekatul, gips dan pupuk TSP.
Dilanjutkan dengan praktik memasukkan media tanam kedalam plastik sehingga menjadi baglog serta bagaimana memperagakan dan menggunakan peralatan press baglog hingga memasang cincin pada baglog dan siap disterilisasi. Setelah dilakukan sterilisasi dengan menggunakan peralatan steamer peserta diajak berlatih untuk memasukan bibit jamur kedalam baglog serta bagaimana cara menyimpan dan memperlakukan baglog hingga tumbuh jamur tiram.
Praktik proses panen diberikan setelah dijelaskan dan diperlihatkan jamur yang siap dipanen. Adapun pascapanen diberikan praktik bagaimana menyimpan jamur pasca panen dan bagaimana memperkakukan  jamur hingga ke tangan konsumen.
 1.3.       Respon Peserta Pelatihan
Selama proses pelatihan dan praktik semua peserta yang terdiri dari siswa, santri dan kalangan generaasi muda mengikuti setiap sesi dengan antusias. Hal ini dibuktikan dengan berjalannya diskusi dan respon dari peserta pada setiap pemateri. Responsi yang berupa isian kuisioner yang diberikan panitia menunjukan jawaban yang mengembirakan dari peserta yang seruruhnya menganggap kegiatan ini sangat bermanfaat dengan bertambahnya ilmu serta pengalaman dalam budidaya jamur serta sebagian besar menginginkan tindak lanjut dari kegiatan pelatihan dan praktik ini.
 Tindak Lanjut dan Rencana Tindak Lanjut
Dari hasil diskusi dan respon peserta melalui isian kuisioner maka telah dikukan tindaklanjut berupa pembentuakan kelompok dari para peserta dengan difasilitasi LP2NU. Sebagai langkah awal dibuat jaringan melalui “Facebook” dengan akun “Lppnu Jateng” diharapkan dengan jaringan ini informasi dan perkembangan setiap peserta/anggota dapat disampaikan dan termonitor.
Adapun rencana tindaklanjut yang lain adalah :
1.      Pembentukan jaringan kewirausahaan dibidang agribisnis
2.      Pendampingan kepada segenap peserta khususnya terkait budidaya jamur tiram

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar